Rabu, 01 Februari 2017

Kitab Ta'limu Al-Muta'allim : Bimbingan bagi Pelajar dalam Menuntut Ilmu

Ikhwan fillah...saya disini mempromosikan kitab klasik yang sering dipelajari di pesantren-pesantren.Kitab ini bila diamalkan, insya Allah kita akan mendapatkan ilmu yang manfaat dan berkah.


Kitab Ta’limul Muta’allim adalah salah satu Kitab klasik yang dikarang oleh Syeh Al-Zarnuji kurang lebih pada abad VI Hijriyah. Yaitu zaman kemerosotan dan kemunduran Daulah Bani Abasiyah atau periode kedua Dinasti Abasiyah sekitar tahun 296-656 H.

Dalam Al-Mausu’ah disebutkan bahwa Imam Zarnuji nama lengkapnya adalah Burhanuddin Al-Zarnuji (Nu’man bin Ibrahim), seorang ahli bahasa dari Bukhara, wafat tahun 1242 H, mempunyai karangan Kitab Al-Muwadhah “Syarah Kitab Maqamat”, karangan Al-Nariri. Dan yang terkenal dengan Kitabnya “Ta’limul Muta’allim Thariq Al-Ta’allum” yang telah diterjemahkan dalam bahasa Latin sekitar tahun 1200.[1]

         Kitab ini menurut pengarangnya sendiri diberi nama “Ta’limul Muta’allim Thariq Al-Ta’allum” yang mempunyai pengertian bahwa Kitab ini merupakan bimbingan terhadap santri atau siswa dalam belajar atau menuntut ilmu.[2]

        Pada pokoknya Kitab Ta’limul Muta’allim mempunyai pengertian sebuah kitab yang memberikan bimbingan kepada siswa dalam proses menuntut ilmu agar ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat atau dengan kata lain berhasil atau berguna.
Kitab Ta’limul Muta’allim adalah salah satu Kitab klasik yang dikarang oleh Syeh Al-Zarnuji kurang lebih pada abad VI Hijriyah. Yaitu zaman kemerosotan dan kemunduran Daulah Bani Abasiyah atau periode kedua Dinasti Abasiyah sekitar tahun 296-656 H.
          Lebih singkatnya Kitab Ta’limul Muta’allim ini menerangkan permasalahan yang dimulai dari niat mencari ilmu dan memilih ilmu sampai hal-hal yang menjadikan ilmu itu busa manfaat yang diantaranya siswa harus memiliki sikap ta’dzim pada seorang guru dan menghormati kawan-kawan atau teman-temannya yang sama-sama mencari ilmu dengannya, serta cara-cara yang memudahkan mereka untuk mempertahankan ilmu yang dimiliki atau dengan kata lain hafal atau ingat selamanya.

  Sikap ta’dzim yang tertuliskan di atas lebih lanjut diterangkan bahwa sikap itu haruslah dimiliki siswa dalam melalui proses pembelajaran dan selamanya. Sikap ta’dzim ini merupakan sikap memulyakan atau mengagungkan guru serta sopan atau raman terhadap siapapun. Dengan memulyakan pendidik (guru) inilah salah satu jalan akan membawa siswa untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

   Adapun kandungan Kitab Ta’limul Muta’allim yaitu memuat beberapa hal :
a. Bimbingan belajar dan etika belajar bagi penuntut ilmu.
b. Kata-kata nasehat dan tentang akhlak bagi penuntut ilmu.
c. Kata-kata mutiara yang dibumbui kisah-kisah para ulama’ yang telah berhasil mendapatkan ilmu bagi penuntut ilmu.
d.      Syair-syair yang tata bahasanya sangat indah.[5]

Disisi lain kandungan Kitab Ta’limul Muta’allim khusus membahas tentang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu Kitab tersebut mendapatkan pujian dari Ahmad Fuad Al-Ahwani, sebagai berikut :

وعند نا أ ن السر في شهرة هذاالكتا ب راجع الي عنوا نه من جهة والي انه كتا ب خا ص  بالتر بية والتعليم فقط و مثل هذه التأ ليف الخا صة

 Menurut saya  bahwa rahasia tenarnya Kitab ini (Ta’limul Muta’allim) dari satu segi disebabkan karena judulnya dan segi lain karena Kitab tersebut membicarakan pendidikan dan pengajaran khususnya bimbingan belajar bagi siswa. Karangan seperti ini sedikit sekali dipangkuan kaum muslimin.[6]


[1]Muhammad Syarif Ghorbal, Al-Mausu’ah Al-Arabiyah Al-Muyassaroh, Darul Qaumiyah Littab’ah wan Nashr, Mesir, 1965, hal 923.
[2]Ibid, hal 934.
[3]Aly Musthofa Ya’kub, Etika Pelajar Menurut Al-Zarnuji, Majalah Pesantren P3M, No III/ Vol. 03/ 1986, hal 79.
[4]Ibrahim bin Ismail, Syarah Ta’limul Muta’allim, Syirkah al-Ma’arif, Bandung, t.th., hal. 3.
[5]Ali As’ad, Terjemah Ta’lim Muta’allim, CV. Menara Kudus, Kudus, 1988, hal 10 – 11.
[6]Ahmad Fuad Al-Ahwani,  At-Tarbiyah Fil Islam, Darul Ma’arif, Jakarta, 1988, hal. 238.

Kalau pengen memperdalam lebih dalam lagi, bisa di download di play store atau belajar langsung ke guru ngaji bloggers.......
     
       

Related Posts:

  • Bagaimana tanda - tanda Doa Terkabul? Tanda Terkabulnya Doa Ciri doa terkabul adalah ketika berdo'a hati merasa takut, kulit bergetar, mata mengeluarkan air mata. Baca Kitab hilyah al hafidz abu nu'aim : حدثنا عبد الله بن محمد قال :ثنا أحمد بن الحسين قال… Read More
  • 10 Sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk syuga Semua orang yang ada di dunia ini pasti mengharapkan tempat yang sangat indah dan tidak ada seorang pun yang mampu membayangkan keindahan syurga. Tetapi dengan keimanan dan ketaqwaaan kita kepada Allah SWT itu menjadi sara… Read More
  • Benarkan Orang Tua Nabi Muhammad SAW Penghuni Neraka?Perbedaan pendapat perihal nasib orang tua Nabi Muhammad SAW tidak hanya melibatkan satu bidang kajian keislama. Ini merupakan masalah pelik yang melibatkan perbedaan pendapat di kalangan ahli hadits, ahli kalam, dan juga ahl… Read More
  • 5 Orang Indonesia yang Ditakuti Dunia Amerika Serikat biasanya akan selalu protektif apabila ada orang-orang yang bisa mengancam negaranya, mulai dari masalah politik, meliter dan juga perekonomian negara mereka. Mereka bahkan tidak segan-segan untuk menyingkirk… Read More
  • Yang Dilakukan Nabi SAW di Hari JumatJumat dianggap hari paling mulia dibanding hari lainnya. Pada hari itu pula seluruh umat Islam, khususnya laki-laki, berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan sholat Jum’at. Kemulian hari Jum’at ini dibuktikan… Read More

0 komentar:

Posting Komentar